Memilih Flash Kamera Eksternal dan Jenis yang Paling Baik

Mengambil foto dalam kondisi pencahayaan yang rendah tentu sangat menyebalkan, karena sangat sulit untuk mendapatkan hasil gambar yang bagus. Bahkan belum tentu juga hasil gambar bisa keluar dengan memuaskan. Untuk itulah, di situasi yang gelap seperti ini, Anda akan memerlukan bantuan dari lampu flash. Sebagai sumber cahaya sementara, lampu kilat atau blitz ini sangatlah membantu membuat kualitas foto jadi lebih baik.

Kekuatan dari lampu blitz ini bisa disesuaikan secara manual atau otomatis, meski kebanyakan orang menyetelnya di setelah auto, lantaran tidak semua orang bisa menilai kondisi mana yang memerlukan blitz, dan mana yang tidak. Biasanya, kondisi yang mengharuskan Anda memakai lampu kilat adalah:


- Siang hari, digunakan ketika obyek yang akan Anda foto lebih gelap dari latarnya, atau berada di bayang-bayang benda/pohon.
- Di malam hari, di situasi yang gelap, Anda perlu menyetel setting lampu blitz dengan kecepatan yang lebih rendah, agar kamera bisa menangkap cahaya di sekeliling pakai lampu kilat.

Jenis-jenis flash ini sendiri ada bermacam-macam, sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Ini dia:

- Built-in – lampu kilat yang terpasang di body kamera bagian atas, menghasilkan bayangan kuat dan gambar yang terlalu tajam dan kaku.
- Dedicated – lampu blitz yang bisa ditambahkan pada slot yang ada di atas body pada kamera. Fleksibel, bisa menghindari red eye, dan cahayanya lebih lembut.
- Ringlight – blitz dipasang di lensa yang ada di bagian luar, dan digunakan untuk menghasilkan cahaya yang lebih lembut, menyebar, memberikan detail lebih jelas, dan berguna untuk fotografi dalam jarak dekat.
- Hammerhead – blitz dipasang di tripod, tepatnya di bagian bawah kamera. Intensitas cahaya tinggi dan biasa dipakai untuk foto pernikahan. Bentuknya seperti palu, dan sifatnya fleksibel.

Kalau Anda hendak membeli lampu kilat terpisah untuk kamera DSLR Anda, perhatikan ini:

1. Cocok atau tidak
Karena tidak semua lampu blitz ini bisa dipakai untuk semua jenis kamera, apalagi kalau merknya berbeda.

2. Pilih yang merknya sama
Untuk lebih amannya, sebaiknya Anda membeli lampu kilat yang sama merknya dengan kamera Anda, sehingga langsung kompatibel.

3. Budget
Siapkan budget, karena harga lampu ini tidaklah murah. Harganya bisa berkisar antara Rp1 juta sampai dengan Rp5 jutaan lebih.

4. Recycling time
Waktu yang diperlukan lampu kilat untuk mengisi kembali dayanya. Bandingkan antara satu lampu dengan yang lain, berapa lama waktu yang diperlukan.

Kalau Anda hendak membeli flash eksternal, sebaiknya Anda juga memperhatikan kemampuannya untuk mendeteksi jarak antar subyek dan kamera, agar intensitas cahaya yang dihasilkan pas untuk gambar dan tidak over exposure. Sebelum membeli, sebaiknya Anda berlatih dulu mengambil foto dengan lampu kilat ini, agar hasil foto lebih berkualitas dan Anda tahu apa yang harus dilakukan.

Related Posts
Disqus Comments